Ralph melempar kemeja linennya ke lantai batu, membiarkan tubuhnya yang penuh bekas luka terlihat di bawah cahaya obor yang berderak. Ia menarik Meghan dengan satu sentakan kasar hingga wanita itu terduduk di tepi ranjang yang dingin."Kau masih gemetar," desis Ralph. Ia merangkak naik ke atas ranjang, menghimpit Meghan hingga punggung wanita itu menyentuh bantal beludru. "Apa bau mawar ini hanya untuk menutupi kemarahanmu, Meghan?"Meghan memalingkan wajah, menolak menatap mata pria yang baru saja menghina usahanya. "Aku sudah melakukan apa yang kau minta, Tuan. Aku sudah mandi, aku sudah membuang pie itu. Apa lagi yang kau inginkan?"Ralph mencengkeram rahang Meghan, memaksanya untuk kembali menatapnya. Jemarinya menekan kuat, meninggalkan bekas kemerahan di kulit pucat Meghan. "Kau milikku. Setiap jengkal kulitmu, setiap napasmu, dan setiap aroma yang kau pakai harus sesuai dengan kehendakku.""Kau sangat angkuh, Tuan," bisik Meghan, suaranya bergetar antara amarah dan rasa tak
Last Updated : 2026-05-23 Read more