"Hari ini?"Vane mengangguk, senyumnya melebar penuh harap, memperlihatkan binar ramah yang sangat kontras dengan tatapan menuntut yang biasa Meghan terima dari Ralph.Namun, Meghan menggelengkan kepalanya pelan. "Nanti saja saat Pangeran menikah."Vane mendesah pelan dan memasang wajah kecewa, meski kilat jenaka di matanya tidak sepenuhnya hilang. Ia menurunkan pundaknya sedikit, berpura-pura patah hati karena penolakan tersebut."Iya, kau benar, Nona," ujar Vane pasrah. Ia memutar tubuhnya sedikit, lalu kembali menatap Meghan dengan ide baru. "Apakah kau mau ke perpustakaan untuk umum?"Mendengar kata 'perpustakaan', sepasang mata Meghan seketika berbinar. Ketertarikannya langsung terusik, membayangkan deretan gulungan perkamen dan buku-buku bersampul kulit binatang yang aromanya selalu menenangkan."Itu tidak buruk," sahut Meghan, seulas senyum tulus akhirnya terukir di wajahnya."Tentu," jawab Vane ramah, mengulurkan tangannya dengan sopan untuk memberi isyarat agar Meghan berj
Last Updated : 2026-05-30 Read more