Pintu besi sel berderit terbuka, memutus isak tangis Meghan yang baru saja pecah. Cahaya koridor yang minim masuk menyakitkan mata, membingkai siluet seorang prajurit bertubuh tegap yang membawa nampan kayu berisi roti keras dan air dalam cawan tembaga."Makan," perintah prajurit itu pendek, meletakkan nampan di lantai dengan kasar hingga airnya terciprat. Matanya sempat melirik tubuh Meghan yang hanya tertutup sisa-sisa kain compang-camping, lalu ia segera membuang muka. Antara ngeri atau tidak tega.Meghan tidak bergerak. Rasa perih di pangkal paha dan denyut di dadanya membuatnya merasa lumpuh. Ia baru saja menyadari satu hal, Ralph tidak mengenal Rafli. Baginya, nama itu hanyalah nama selingkuhan atau musuh yang dibayangkan oleh pikirannya yang paranoid.Beberapa jam kemudian, dua pelayan wanita masuk. Tanpa sepatah kata pun, mereka menyeret Meghan ke sebuah pemandian kecil di sudut menara. Air dingin disiramkan ke tubuhnya tanpa peringatan, membilas keringat, darah kering, da
Last Updated : 2026-05-17 Read more