Beberapa hari berlalu, dan tanpa terasa, tongkrongan mereka bertambah satu orang.Mira.Awalnya cuma sekali dua kali ikut, tapi lama-lama jadi rutin. Setiap sore, setelah kelas, dia hampir selalu muncul di kantin dan langsung duduk bareng Rangga, Agung, Putra, dan Wira.“Bang Rangga… konsul bentar dong,” katanya suatu sore sambil duduk santai.Rangga yang lagi minum kopi langsung menghela napas.“Enggak.”“Dikit aja,” lanjut Mira, santai.“Enggak,” ulang Rangga datar.Agung yang lihat langsung nyengir.“Kasih lah, nyet. Klien tetap tuh.”“Bukan klien gue,” jawab Rangga cepat.Putra ikut nimbrung,“Iya bang, kasian…”“Lu diem,” potong Rangga.Mira cuma ketawa kecil, sama sekali gak tersinggung. Malah makin santai duduknya, seolah udah jadi bagian dari meja itu.Awalnya Rangga beberapa kali nolak kalau Mira minta “konsultasi”. Tapi anehnya, Mira tetap datang. Tetap duduk. Tetap ikut ngobrol.Dan entah sejak kapan kehadirannya jadi… biasa dan Agung malah yang paling semangat.“Mir, sini
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya