Malam itu, setelah selesai kuliah, Putra langsung menuju kantin. Rangga, Agung, dan Wira sudah duduk seperti biasa di meja mereka. Dari jauh, suara Agung sudah terdengar lebih dulu.“Serius, bang! Itu mentalnya jauh banget, sampai mobilnya penyok!” kata Agung dengan semangat.Rangga yang duduk di sebelahnya hanya menghela napas. “Lebay lu. Gak sejauh itu.”“Tapi penyok, nyet!” balas Agung cepat.Wira hanya diam, memperhatikan mereka berdua.Putra datang dan langsung duduk. “Ngomongin apaan?”Agung langsung menunjuk Rangga. “Ini nih, abang lu. Baru belajar beberapa hari, udah kayak jagoan.”Rangga menggeleng, malas menanggapi. Putra sempat nyengir, tapi tidak lama.“Gue juga ada cerita,” katanya kemudian, nadanya berubah lebih serius.Agung langsung berhenti. “Apaan?”Putra menatap meja sebentar sebelum mulai. “Tadi gue ke rumah temen kampus. Katanya adiknya kesurupan, tapi aneh.”Rangga langsung memperhatikan. “Aneh gimana?”“Rumahnya gede banget,” lanjut Putra. “Tapi isinya… penuh.”
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya