Pagi datang seperti biasa.Rangga bangun lebih awal, lalu duduk di kasur sambil menggerakkan bahu dan lehernya. Tubuhnya terasa semakin ringan, bahkan lebih segar dibanding hari sebelumnya.Dia mengernyit sedikit.“Apaan sih…”Rangga sempat terdiam, lalu menghela napas.“Mungkin sugesti doang,” gumamnya. “Kemarin denger cerita si Putra, jadi kebawa.”Dia mengangguk kecil pada pikirannya sendiri, seolah itu penjelasan yang paling masuk akal.Tanpa memperpanjang, Rangga langsung berdiri, mengambil handuk, lalu masuk ke kamar mandi.Beberapa menit kemudian, dia keluar sambil mengeringkan rambut.“Wir, siap-siap. Kita ke kampus, ketemu Pak Cahyo,” katanya.Wira yang sudah bangun hanya mengangguk. Tak lama, mereka berdua sudah siap.Rangga mengambil kunci motor, lalu melirik ke arah Agung yang masih di dalam kamar.“Gue pinjem motor lu, Gung.”Dari dalam, Agung menjawab singkat,“Iya, pake aja!”Rangga mengangguk, lalu mereka berdua keluar dan berangkat menuju kampus.Sesampainya di kampus
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya