Bab 91Belvara masih mencoba membuka matanya dengan sempurna, menguceknya lembut, mengusap sisa kantuknya yang tertinggal. Ia menyingkapkan selimut, menatap tubuhnya sendiri. “Loh, Aku sudah pake baju? Apa Mas Hagan yang pakein?”Seingatnya, Belvara tertidur tanpa busana, hanya selimut yang menutupi tubuhnya kala itu, namun ia terbangun sudah dengan dres tidur berbahan satin tipis dengan tali lidi di bahunya.Ia bergeser, kakinya mulai menyentuh lantai ia melangkah ke arah pintu kamar, mencari suaminya. Apa Hagan ada di luar kamar?Namun baru pun beberapa langkah, ia kembali merasakan mual dari perutnya, membuat ia menutup mulut spontan dan berlari ke kamar mandi yang masih berada di dalam kamar.Pintu dibuka cepat hingga menghantam dinding, segera ia menuju wastafel, mengikuti mau tubuhnya untuk mengeluarkan isi perut. Tangannya mencengkeram kedua sisi wastafel, dengan tubuh menunduk, tenggorokannya terasa tercekat, kala seluruh isi perutnya keluar begitu saja, meski hanya lendir kek
Read More