Dua minggu sudah Belvara bekerja sebagai pengasuh Ayas, mereka semakin dekat benar-benar seperti Ibu dan Anak. “Non Ayas… Cantik… bangun, yuk. Sebentar lagi sekolah,” ucap Belvafa, sambil mengelus lembut kepalanya berkali-kali. Anak itu pun menggumam dengan suara serak, tubuhnya menggeliat, kemudian memeluk manja lengan Belvara. “Tante… gendong.” ia merengek, khas anak kecil ketika baru membuka mata setelah tertidur lelap Belvara berdiri, dengan melipat tangan di dada. “Gendong gak, ya?” ia menggodanya. Anak Itu pun duduk di tepian ranjang “Aaaah… Tante” suaranya semakin memekik manja, dengan kedua tangan ia angkat untuk siap digendong. “Ayo tante.” Belvara tidak menggendongnya, justru menggelitik tubuh anak itu, membuatnya tertawa terbahak-bahak. “Tante, gendong.” Ayas kembali dengan keinginannya. “Ya sudah, ayo Tante gendong sampai kamar mandi, ya. Air hangatnya sudah Tante siapin.” Ayas pun menghamburkan tubuhnya di pangkuan Belvara, ia mendekap perempuan itu cuku
더 보기