Belvara berpura-pura tak melihat pria yang sedang berjalan mendekatinya, ia cepat berbalik badan, dan melangkah dengan tergesa.‘Selamanya, Juna sama Aku, gak ada yang bisa ngurus Juna selain Aki.’ Dalam ketakutan yang ia rasakan, Belvara berucap lirih.Dan seseorang menepuk bahu belvara, ia menghela nafas lebih dulu, sebelum yakin untuk menoleh.“Mba.”Suara itu? Tak Belvara kenali, ia pun cepat membalik tubuhnya menghadap pada yang menepuk bahunya.“Iya?”“Ini, tadi kayaknya mainan anaknya jatuh, Mba,” ucap Pria itu.“Oh iya, Terima kasih, Pak.” Belvara menghela nafas lega. ‘Ternyata orang yang berbeda.’ Ia pun segera memberhentikan taksi, meski ia belum tahu akan kemana ia pergi setelah ini.“Mau kemana mba?” Tanya supir taksi.“Jalan aja dulu, Pak. Aku gak tahu mau kemana. Tenang, Aku pasti bayar sesuai argo, kok, Pak. ”Sopir itu sedikit melirik lewat spion dalamnya, seolah memastikan Belvara.“Baik, Mba.” Di dalam mobil Belvara masih memikirkan pria yang tadi ia kira akan meng
더 보기