공유

Bab 17

작가: Djulitas
last update 게시일: 2026-05-16 09:46:28

Belvara yang semula mengelus pelan rambut Ayas sontak terdiam. Jemarinya berhenti tepat di atas kepala anak itu. Sorot matanya sedikit goyah, seperti ada sesuatu yang menekan dadanya.

“Ayas…” suara Belvara terdengar lirih.

Anak kecil itu menggeser tubuhnya mendekat, memeluk Belvara dengan kedua tangan mungilnya. “Ayas takut Tante pergi dari rumah ini, dan gak ketemu tante lagi, kalau tante jadi Mama Ayas kan tante gak akan pergi.”

Kalimat yang diucapkan dengan pelafalan yang belum jelas itu ter
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   83. Dibalik gundukan celana

    Udara di dalam Klinik selalu terasa lebih dingin dari yang seharusnya. Begitu pintu kaca bergeser terbuka, aroma khas yang menusuk hidung langsung menyergap—perpaduan antara tajamnya cairan antiseptik, kapas steril, dan samar-samar wangi bedak bayi dari resep racikan dokter. Tempat ini adalah ruang tunggu tempat waktu seolah berjalan lebih lambat, tempat orang-orang menggantungkan kesembuhan.“Nyonya Belvara,” panggil seorang petugas kesehatan.Belvara segera berdiri, melangkahkan kakinya, dan menghampiri petugas yang memanggil namanya. “Iya, Saya sendiri.”Petugas itu mengulurkan beberapa lembar obat yang sudah di bungkus dengan masing-masing plastik klip, tertulis jenis obat dan berapa kali pemakaian. Petugas itu pun menjelaskan, yang di dengarkan dengan seksama oleh Belvara, meski kepalanya masih terasa berat, ia paksakan untuk tetap kuat.Setelah obat ia terima, Belvara pun berbalik badan. Sesaat ia mematung, menatap sekeliling, banyak orang datang ke klinik ditemani pasangannya,

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   82. Kecoklatan dan mengkilap

    Ia menghela nafas kasar, masih dengan posisi berjongkok, bahkan celana dalam yang ia kenakan pun belum ia rapikan dan dipakai kembali dengan benar.Tesepk itu menampilkan hasil garis satu, hasil yang sangat ia harapkan, dan dengan cepat ia membenarkan pakaian bawahnya.Belvara memotret hasil tespeknya, dan mengirim hasilnya pada Hagan. “Negatif kan, Pak. Aku gak hamil.” Belvara mengusap-usap dadanya, jantungnya kembali berpacu normal. ‘Berarti Aku cuma masuk angin atau mungkin maag karena sering telat makan.’ Ia keluar dari kamar mandi berjalan perlahan, dengan kedua tangan memegangi perutnya yang ia rasa masih kembung. Membuatnya kembali mengirimi Hagan pesan. “Pak, izin istirahat di kamar, ya. Sepertinya Aku sakit.” Belvara kirimkan pesan itu setelah ia kembali ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang.‘Tapi kenapa bisa telat datang bulan sampai dua minggu? Biasanya Aku gak pernah kayak gini, apa karena Aku ikut stres sama masalah Pak Hagan, ya?’ Belvara menggelengkan kepala, kemudi

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   81. Mual hebat

    Belvara menelan ludah, menatap Ayas dengan tatapan nanar dan sedikit terkejut, nafasnya masih terengal-engal karena mual. ‘Gak! Jangan sampai Aku hamil dalam situasi seperti ini.’ Sangkalnya dalam batin, ia masih menutup mulutnya dengan telapak tangan.Hagan pun datang, dengan alisnya yang sedikit bertaut, matanya menyipit sejenak seolah sedang mencerna apa yang baru saja ia lihat. “Belvara.” Sapanya ketika melihat Belvara baru saja keluar dari kamar mandi.Perempuan itu meremas pakaian tepat di bagian perutnya, dan rasa tidak enak di perut kembali ia rasakan, membuatnya segera berlari lagi ke kamar mandi.“Kenaoa?” Tanya Hagan pada sang anak.Ayas menggeleng ragu. “Apa Mama hamil?”Jantungnya berdegup lebih kencang, ia melengkah segera menyusul Belvara ke kamar mandi. “Benar yang Ayas katakan?” Belvara mengusap mulutnya dengan air di wastafel kamar mandi, sejenak ia memejamkan mata menetralkan rasa mual yang kini mulai menjalar di kepala, membuatnya semakin pusing.Hagan semakin me

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   80. Maag atau hamil?

    Ayas bersembunyi di balik tubuh Belvara, memeluk pinggangnya erat-erat, an membenamkan wajahnya di punggung perempuan itu, saat masa mengerubungi kediamannya, beberapa orang yang berdemo mencoba menerobos masuk, security berjaga ketat di sana, namun banyaknya masa tidak sebanding dengan banyaknya penjagaan security kediaman mewah itu.Hagan memijat pelipisnya berulang kali, mondar-mandir tanpa arah dan tujuan, seolah mencari cara pintas dari masalah yang saat ini ia hadapi. “Semakin hari bukan semakin redup rumor itu, kenapa malah semakin melejit!” gerutunya, rahangnya terlihat kaku dengan tangan yang mengepal di samping tubuhnya.Belvara yang berada di ruang tengah bersama Hagan juga Miranti hanya bisa diam, dan terus memeluk Ayas yang sedang ketakutan, tiap kali suara keras menggema dari luar. Rasanya hari ini, Belvara sedikit kurang sehat, apa pun yang ia lihat seperti berputar tanpa henti, kendati begitu, ia harus tetap terlihat kuat dan sehat, meski wajahnya kini lebih pucat dar

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang. Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.” Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar. Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya. “Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar s

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang.Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.”Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar.Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya.“Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar seenak ji

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   55. Ancaman pernikahan

    “Hagan!” Miranti memekik, ia membanting tas shoulder bag gucci-nya ke sofa ruang tamu begitu keluarga itu sampai d kediamannya.“Bu, tolong tenang dulu, ini situasinya tidak tepat kalau Ibu mau marah-marah.” ucap Hagan pelan, meski begitu, tetap penuh dengan penekanan setiap katanya. Perempuan par

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   53. Anak itu hilang

    Bab 53Hagan sudah kembali dengan rutinitasnya, seperti biasa ia disibukkan dengan beberapa laporan tentang keuangan, dimana beberapa sekolah mengirimkan proposal untuk keperluan pengayaan sekolah.Hagan memijat pelipisnya, tatkala ia menghitung keuangan yayasan, frustrasi kembali melanda dirinya.

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   52. Nyeri sisa semalam

    Camping yang harusnya meninggalkan kesan menyenangkan untuk Ayas, justru berakhir membuatnya pulang membawa bibir manyun sepanjang perjalanan. Kedatangan Miranti dan Ayana membuat akhir pekannya tak sesuai ekspektasinya. Mobil Hagan sudah kembali terparkir di carport kediamannya, ia membanting pin

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   51. Pagi yang canggung

    Suara kicauan burung dan sinar matahari pagi yang hangatnya menembus dinding tenda tak mampu membuat sepasang orang dewasa yang semalam mengeluarkan peluh bersama itu terbangun, lelahnya peraduan mereka tak bisa ia hindarkan. Hingga Ayas yang lebih dulu terbangun, ia mendapati Hagan dan Belvara ter

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status