مشاركة

Bab 19

مؤلف: Djulitas
last update تاريخ النشر: 2026-05-17 23:49:35

Seorang pelayan bergegas menghampiri meja makan begitu mendengar suara batuk Ayas yang tak kunjung reda. Anak kecil itu kini membungkuk di kursinya, dadanya naik turun dengan berat, sementara wajahnya mulai memerah.

“Belvara! Non Ayas kenapa?” tanya pelayan itu panik.

Belvara yang sejak tadi berdiri di samping Ayas tampak sama kalutnya. Tangannya gemetar saat menepuk-nepuk punggung anak itu perlahan.

“G-gak tahu, Mbak… tadi baik-baik aja.” Suaranya bergetar hebat. “Dia cuma makan roti isi selai
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   83. Dibalik gundukan celana

    Udara di dalam Klinik selalu terasa lebih dingin dari yang seharusnya. Begitu pintu kaca bergeser terbuka, aroma khas yang menusuk hidung langsung menyergap—perpaduan antara tajamnya cairan antiseptik, kapas steril, dan samar-samar wangi bedak bayi dari resep racikan dokter. Tempat ini adalah ruang tunggu tempat waktu seolah berjalan lebih lambat, tempat orang-orang menggantungkan kesembuhan.“Nyonya Belvara,” panggil seorang petugas kesehatan.Belvara segera berdiri, melangkahkan kakinya, dan menghampiri petugas yang memanggil namanya. “Iya, Saya sendiri.”Petugas itu mengulurkan beberapa lembar obat yang sudah di bungkus dengan masing-masing plastik klip, tertulis jenis obat dan berapa kali pemakaian. Petugas itu pun menjelaskan, yang di dengarkan dengan seksama oleh Belvara, meski kepalanya masih terasa berat, ia paksakan untuk tetap kuat.Setelah obat ia terima, Belvara pun berbalik badan. Sesaat ia mematung, menatap sekeliling, banyak orang datang ke klinik ditemani pasangannya,

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   82. Kecoklatan dan mengkilap

    Ia menghela nafas kasar, masih dengan posisi berjongkok, bahkan celana dalam yang ia kenakan pun belum ia rapikan dan dipakai kembali dengan benar.Tesepk itu menampilkan hasil garis satu, hasil yang sangat ia harapkan, dan dengan cepat ia membenarkan pakaian bawahnya.Belvara memotret hasil tespeknya, dan mengirim hasilnya pada Hagan. “Negatif kan, Pak. Aku gak hamil.” Belvara mengusap-usap dadanya, jantungnya kembali berpacu normal. ‘Berarti Aku cuma masuk angin atau mungkin maag karena sering telat makan.’ Ia keluar dari kamar mandi berjalan perlahan, dengan kedua tangan memegangi perutnya yang ia rasa masih kembung. Membuatnya kembali mengirimi Hagan pesan. “Pak, izin istirahat di kamar, ya. Sepertinya Aku sakit.” Belvara kirimkan pesan itu setelah ia kembali ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang.‘Tapi kenapa bisa telat datang bulan sampai dua minggu? Biasanya Aku gak pernah kayak gini, apa karena Aku ikut stres sama masalah Pak Hagan, ya?’ Belvara menggelengkan kepala, kemudi

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   81. Mual hebat

    Belvara menelan ludah, menatap Ayas dengan tatapan nanar dan sedikit terkejut, nafasnya masih terengal-engal karena mual. ‘Gak! Jangan sampai Aku hamil dalam situasi seperti ini.’ Sangkalnya dalam batin, ia masih menutup mulutnya dengan telapak tangan.Hagan pun datang, dengan alisnya yang sedikit bertaut, matanya menyipit sejenak seolah sedang mencerna apa yang baru saja ia lihat. “Belvara.” Sapanya ketika melihat Belvara baru saja keluar dari kamar mandi.Perempuan itu meremas pakaian tepat di bagian perutnya, dan rasa tidak enak di perut kembali ia rasakan, membuatnya segera berlari lagi ke kamar mandi.“Kenaoa?” Tanya Hagan pada sang anak.Ayas menggeleng ragu. “Apa Mama hamil?”Jantungnya berdegup lebih kencang, ia melengkah segera menyusul Belvara ke kamar mandi. “Benar yang Ayas katakan?” Belvara mengusap mulutnya dengan air di wastafel kamar mandi, sejenak ia memejamkan mata menetralkan rasa mual yang kini mulai menjalar di kepala, membuatnya semakin pusing.Hagan semakin me

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   80. Maag atau hamil?

    Ayas bersembunyi di balik tubuh Belvara, memeluk pinggangnya erat-erat, an membenamkan wajahnya di punggung perempuan itu, saat masa mengerubungi kediamannya, beberapa orang yang berdemo mencoba menerobos masuk, security berjaga ketat di sana, namun banyaknya masa tidak sebanding dengan banyaknya penjagaan security kediaman mewah itu.Hagan memijat pelipisnya berulang kali, mondar-mandir tanpa arah dan tujuan, seolah mencari cara pintas dari masalah yang saat ini ia hadapi. “Semakin hari bukan semakin redup rumor itu, kenapa malah semakin melejit!” gerutunya, rahangnya terlihat kaku dengan tangan yang mengepal di samping tubuhnya.Belvara yang berada di ruang tengah bersama Hagan juga Miranti hanya bisa diam, dan terus memeluk Ayas yang sedang ketakutan, tiap kali suara keras menggema dari luar. Rasanya hari ini, Belvara sedikit kurang sehat, apa pun yang ia lihat seperti berputar tanpa henti, kendati begitu, ia harus tetap terlihat kuat dan sehat, meski wajahnya kini lebih pucat dar

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang. Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.” Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar. Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya. “Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar s

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang.Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.”Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar.Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya.“Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar seenak ji

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   Bab 11

    agan mencengkram keningnya, tatkala hari baru akan di mulai, namun ia sudah disuguhkan dengan rengekan sang anak, yang memekakan telinga.“Ayas… bisa tenang dulu? Tenang, Tante perimu sedang Om Ibra jemput.” Ucap Hagan, dengan rasa kesal yang tertahan.“Kenapa Papa suruh Tante peli pulang? Kan Ayas

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   Bab 14

    “Bukan itu maksud Saya.”“Lalu keluarga yang Bapak maksud? Ayahnya Juna atau siapa?”“Orang tua Belvara.”“Saya tidak sampai mencari tahu tentang orang tuanya, Pak “Pintu lift terbuka, Hagan keluar dari sana lebih dulu, dengan langkah tegap berirama, kemudian berbalik badan menatap Ibra. “Setelah

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   Bab 13

    “Ibra sudah menjadi kaki tangan Saya, dia kepercayaan Saya, sedangkan Kamu, hanya pengasuh Ayas dari antah berantah yang sulit Saya percayai.”Belvara menarik nafas dalam-dalam, ia kembali mendengar Hagan mengucapkan kata-kata yang terlalu frontal padanya. ujung bibir atas Belvara terangkat, ingin

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   Bab 12

    “Maksud Bapak apa, ya?” Tanya Belvara, alisnya sesikit menukik bingung.Hagan mencengkram setir mobilnya cukup erat, sambil berdehem kecil. “Maksud Saya, apa yang kamu lakukan di rumah Ibra semalam, apa Ibra tidak memberimu tempat tidur yang layak, sampai masih pagi begini sudah ngantuk.”“Justru A

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status