"Suara itu mustahil milik Adrian, rekaman tersebut sudah kita musnahkan di dimensi nol!" seru Kael panik, jemarinya menekan tombol terminal secara membabi buta.Pengeras suara di sudut ruangan terus memuntahkan deru tawa mekanik yang memecah konsentrasi mereka. Lampu indikator merah darah berkedip semakin cepat, mempercepat hitung mundur di layar terminal utama. Eryx menghentikan hantamannya pada pintu besi, menatap tajam ke arah ventilasi udara di atas rak arsip. Bau ozon dan mesiu membakar rongga hidung mereka, menciptakan sensasi sesak yang menguji ketahanan mental."Itu bukan rekaman lama, Kael, sistem ini dikendalikan oleh salinan kesadaran yang tertanam di dalam server pusat," balas Eryx dingin, mencengkeram erat batangan besinya.Braelyn menatap lekat-lekat foto tua di tangan kanannya, mengabaikan suara bising yang mencabik gendang telinga. Jari-jarinya meraba permukaan kertas foto yang mulai mengelupas, menemukan kode angka tersembunyi di balik bingkai k
Baca selengkapnya