"Cepat matikan monitor itu, Kael!" bentak Eryx, cengkeraman tangannya di tepi meja kerja mengerat hingga buku-buku jarinya memutih pucat.Kael menggeleng cepat, jemarinya menari liar di atas papan ketik melacak sumber sinyal yang terus mendengung beringas. "Gue nggak bisa matiin sekarang, Eryx! Frekuensi ini sedang membuka jalur pintas langsung ke inti Sesar Waktu!"Suara desis statis di pengeras suara mendadak mereda, digantikan tarikan napas parau yang sangat dikenal Eryx."Eryx... waktu kita sempit... jangkar di sini runtuh lebih cepat dari perkiraan," suara Braelyn terdengar gemetar di sela gema digital yang memekakkan telinga.Eryx melangkah maju mendekati layar monitor, tatapannya menembus pantulan cahaya biner keemasan yang berpendar lembut di dinding bengkel. "Wilson! Lu masih di sana? Di mana posisi lu sekarang?!""Gue ada di balik dinding realitas ini, Eryx, menahan pecahan waktu yang mau merobek kota kalian," jawab Braelyn parau. "Tapi p
Read more