Vrummm!Motor hitam doff milik Eryx menderu beringas, membelah malam kota yang mendadak terasa mencekam. Jalanan aspal Distrik 4 yang beberapa jam lalu tampak ramah, kini seolah berubah menjadi labirin beton yang asing. Lampu-lampu jalan berkedip dengan ritme tidak teratur, memancarkan pendaran ungu samar setiap kali roda motor mereka melintas di bawahnya.Braelyn memeluk pinggang Eryx erat-erat, wajahnya tersembunyi di balik punggung jaket denim pria itu. Angin malam merobek gaun safirnya yang sudah koyak, tapi dia tidak peduli. Matanya tertuju pada ponsel lipat cadangan yang dipasang Eryx di stang motor, menampilkan pergerakan koordinat satelit yang dikirim Kael."Kael! Lu masih di sana?!" Braelyn berteriak melawan deru angin, mengaktifkan sambungan pelantang telinga yang baru saja dirangkai darurat oleh Eryx sebelum mereka berangkat."Gue masih di sini, tapi ngetik pake jari dewasa ini ternyata butuh penyesuaian lagi, sialan!" suara Kael terde
Read more