Sosok yang berdiri di ambang pintu itu adalah seorang pria asing bertubuh jangkung dengan rambut pirang gelap dan sepasang mata biru yang menatapnya penuh ket ketertarikan. Logat bicaranya saat menyapa tadi terdengar sangat kental dengan aksen luar, membuat Sasa langsung menegakkan tubuhnya dan beranjak berdiri dari sofa. Sasa meremas kedua tangannya di depan tubuh, mendadak bingung dan panik karena sosok yang kembali ternyata sama sekali bukan Javendra. Bibirnya bergetar kecil, ingin bertanya namun ia tidak bisa berkata-kata karena takut salah ucap di tempat seasing ini. Pria bule itu justru tersenyum santai, sama sekali tidak merasa asing. Dengan gerakan yang sangat kasual, ia melangkah masuk lalu mendudukkan dirinya di sofa tunggal yang berada di seberang Sasa, melipat satu kakinya dengan elegan. "Hey, don't be so tense. Sit down, please," ucap pria itu ramah, mencampur bahasanya sambil memberi isyarat tangan agar Sasa kembali duduk. "Kamu... temannya Javendra, right?" Sasa
閱讀更多