Sementara itu, di kediaman mewah keluarga Darmawan, pintu depan terbuka dengan sentakan yang agak kasar. Claudia melangkah masuk dengan terburu-buru, bahkan hampir saja tersandung gaun malamnya sendiri saat melewati ruang tamu. Wajahnya yang biasa dipenuhi riasan sempurna kini tampak pucat dan dipenuhi gurat kecemasan yang mendalam. Nyonya Darmawan, ibunya, yang sudah menunggu sejak tadi di sofa ruang tengah langsung berdiri. Wanita paruh baya itu bergegas menghampiri putrinya dengan langkah panik. "Claudia! Akhirnya kamu pulang juga," cecar Nyonya Darmawan, langsung memegang kedua lengan putrinya. Sorot matanya memancarkan rasa ingin tahu yang besar sekaligus ketakutan. "Jawab Mama sekarang dengan jujur. Apa benar semalam, setelah pesta pemegang saham selesai, kamu pergi bersama dengan—" "Ma, berhenti!" potong Claudia dengan setengah berbisik, memotong kalimat ibunya dengan nada yang sangat tajam. Matanya bergerak liar, menatap ke sekeliling lorong rumah dan lantai atas, memasti
閱讀更多