Sementara itu, di dalam kabin mobil mewah yang sedang melaju membelah jalanan kota, suasana tampak begitu tenang. Amara memalingkan wajah dari jendela, menatap ke arah pria paruh baya yang duduk di sebelahnya. Pria itu adalah Jayden, adik kandung dari mendiang suaminya. Amara mengulas senyum tipis, mencoba mencairkan ketegangan yang samar-smar terlihat di wajah iparnya itu. “Mas, di mansion aku sudah menyiapkan makan malam penyambutan yang sangat spesial untukmu,” buka Amara, suaranya terdengar bersemangat. “Javendra juga dipastikan akan pulang malam ini. Jadi, siap-siap saja, anak itu pasti akan sangat kaget waktu lihat Mas tiba-tiba muncul di Jakarta." Jayden tidak langsung merespons. Ia hanya menatap lurus ke depan dengan sorot mata yang sulit diartikan, lalu mengembuskan napas pendek. “Javendra tidak pernah suka padaku, Amara,” sahut Jayden dengan nada suara yang terdengar datar namun getir. “Bagi anak itu, aku hanyalah seorang paman yang selalu dianggap sebagai benalu di kelua
Mehr lesen