Sasa menggeleng pelan seraya tersentuh oleh kehangatan ibu mertuanya. "Sudah jauh lebih baik, Ibu. Terima kasih banyak ya, Ibu sudah sangat perhatian sama Sasa." Amara terkekeh halus. "Sudah kewajiban Ibu untuk menjaga menantu kesayangan Ibu ini. Lagipula, anak laki-laki Ibu itu memang terkadang perlu diberi pelajaran." Sasa tertunduk sejenak, menatap jemarinya yang saling bertaut di atas selimut. "Ibu..." panggil Sasa lirih. "Iya, Sayang?" "Apakah... apakah Mas Javendra dari dulu memang selalu seperti ini?" tanya Sasa jujur. "Maksud Sasa, sifatnya yang terlalu ingin menanggung segalanya sendiri dan menyembunyikan masalah?" Amara menghela napas panjang, tatapannya menerawang mengenang masa lalu. "Javendra itu sejak kecil sudah memikul beban yang sangat berat, Sasa," cerita Amara dengan nada penuh keibuan. "Kamu tau, hubunganku dengannya memang tak pernah benar-benar baik. Sampai detik ini pun sikap Javendra hanya bergantung kamu, Sasa. Dia bersikap lunak di depan ibu
Leer más