"Jam berapa kejadiannya Mah? " Tanya Alfan. "Sekitar jam 12an Fan, Mamah juga kurang tau pastinya karena dokter Rendi telpon mamah Karina udah di rumah sakit. " Jawab mamah Sekar. Tanpa ekspresi Alfan hanya mengangguk, ia mengacak rambutnya frustasi. Tak pernah ibunya melihY putra tunggalnya sefrutadi ini, ia tentu saja prihatin dengan hal ini. "Sabar Mas, tenangin dirin kamu" Ucap mamah Sekar lagi. Menunggu sekitar qp menitan dokter Rendi yang menangani Karina keluar berdM susternya di belakang. "Bagaimana keadaan anak saya dok" Tanah mamah Arum, Alfan hanya diam di tempatnya sembari mendengar sedikit obrolan kedua ubunya bersama dokter. "Keadaan masih kurang baik bu, pasien menolak makan bahkan pasien kebanyakan menangis sehingga beliau kehabisan tenaga""Coba di bujuk ya bu untuk makan biar keadaan tubuhnya jauh lebih baik, selebihnya baik juga" Ucap dokter Rendi. "Yaudah kalau begitu, terimakasih dok""Iya sama-sama, mari pak bu" Pamit dokter Rendi. Setelah dokter Rendi
Mehr lesen