LOGINKarina Putri Hermawan 25 tahun, adalah seorang gadis yang menjalani hari-harinya dengan bekerja sebagai Guru bimbel.Tak pernah membayangkan dirinya akan di jodohkan dengan Alfan Putra Wijaya, cucu sulung dari keluarga Wijaya. ia di jodohkan Oleh ayahnya. Atas wasiat dari almarhum sang kakek. Mampukah Karina bertahan dengan pernikahannya? Dan sanggupkah Alfan membuka hatinya kembali untuk gadis polos yang kini mendampinginya?
View More"Ternyata aku sadar Mas setelah kehilangan kakek, semua isi bumi ini dan orang-orang di sekitar kita cuma titipan Ams, terkasih nyawa kita sendiri. Dan ketika waktu nya di ambil, saat itu harus nya sadar dan bilang. 'Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan kesempatan untuk pernah melihat dan memilikinya. 'Lanjut Karina bernostalgia berapa hancurnya ia kehilang sosok seorang kakek yang amat sayang kepadanya. "Tapi dibalik kejadian semua ini pasti ada gantinya sama hikmahnya buat kita bil... Tuhan punya rencana indah untuk kita Masing-masing Alfan. Buktinya aku nikah sama kamu dan punya keluarga baru menjadi bagian dari keluarga kamu.Papah, mamah dan semuanya menerima akau dengan tulus. Kecuali kku yang dulu mas. Sampai nyakitin hati aku. "Simpul perempuan itu, di berengi terkikik geli ketika mengingat nya. " Yah kayak kku aja deh mas. Kamu ganteng, uang banyak, perkerjaan bagus terus keluarga juga hangat tapi ujianmu di hubungan asmara kan? Makanya setiap aku melihat hidup orang
"Kok kamu tahu mas, aku lapar? So sweet banget sih. Suami siapa sih? " Canda Karina tersenyum jahil, lalu mengigit ayam miliknya. Membuat suaminya berdecak. "Bukan si sweet, tapi takut lupa ngasih makan anak orang karena habis di hajar di kamar mandi, " Balad Alfan santai dan tanpa beban. Perempuan itu tersedak tiba-tiba yang membuat Alfan dengan sigap mengambilkan nya minum di nakas. "Makan yang bener sayang!! " Pungkas Alfan tajam . Karina mengelus dadanya, melirik sebal ke arah suaminya. "Kamu sih mas, ngomongnya nggak di filter, asal celetuk aja! ""Emang ada yang salah? " Aku cuma jawab pertanyaan kamu aja tadi, "jawab Alfan tidak mau kalah. Karina lalu terdiam sejenak lalu ia mulai bertanya tentang hal yang sedikit sensitif. "Mas Alfan aku mau tanya boleh? " Boleh mau nanya apa? Hm""Tapi nggak boleh marah, soalnya agak sensitif, " Ujar Karina tidak enak. "Nggak lah, nggak akan marah.Kenapa emang? ""Sebenarnya alasan kamu putusin mbak salsa itu kenapa? " Unkap perempuan
"Saya dapat kabar dari bapak, terus di suruh bersihin langsung sama minta ganti ruangan baju bapak, " Jelas Bi Ijah penuh antusias. "Pantes aja semuanya udah beres bi, " Jawab Karina sedikit heran, lalu ia melirik ke arah jam di dapur, dan tidak terasa hari sudah mau sore. "Bi Ijah, bibi kalau mau pulang sekarang boleh kok nggak masalah aku di tinggal sendiri juga. Biar pak maman lagi yang nganterin bibi. Saya mau mandi terus istirahat, " Pungkas Karina halus, rasanya ia ingin mandi air hangat setelah itu tidur deh. Tenaganya harus cepat puluh, supaya bisa melanjutkan lukisan yang sudah 75% jadi. Perempuan paruh baya itu menggeleng pelan. "Tapi tadi bapak bilang, saya boleh pulang kalau bapak sudah sampai rumah buk. Nggak papa buk, saya nunggu bapak pulang aja. Kalau ibu mau mandi gapapa. " Alfan sudah memeberikan pesan, jika mulai dari Karina pulang bi Ijah garis menemani dirinya sampai Alfan pulang. "Astaga, padahal nggak papa lho bi, " Rintis Karina memijat keningnya. "Yasuda
"Mau ke mana kamu? " Tanya Alfan melihat istrinya turun dari brankar sambil menenteng ingusan. "Ke kamar mandi Mas, aku pengen buang air kecil, " Jawab Karina lalu terpekik ketika Alfan menggendongnya tanpa aba-aba. "Ya ampun Mas! " Pekik perempuan itu terkejut dengan tindakan suaminya. "Biar kamu nggak repot sayang, " Tukas Alfan santai lalu membawa Karina ke kamar mandi. "Astaga aku masih bisa jalan lho, " Protes Karina yang sudah di dudukan di closet. Alfan tidak membalas, tetapi ia tetap berdiri di depan Karina sambil melipat tangan ke dada. Alis Karina berkerut melihat suaminya. "Mad, aku mau pipis lho. Kamu keluar dulu sih, " Usir Karina pelan. Gila aja di tungguin langsung begini. "Yasudah pipis aja sih, ngapain ribet" Kekeh Alfan membuat wajah Karina merah. Mas Alfan! Yang bener lho! Aku kebelet banget Mas! "Rengek perempuan itu semakin kesal. "Ya udah tinggal pipis Karina sayang, aku udah lihat semua-""Mas Alfan ih.. " Potong Karina semakin cemberut menatap suaminy
Apa ia keterlaluan dengan Alfan? Di saat tadi malam suasana keintiman mulai menguasai keduanya, tapi kenapa rasanya sensitif sekali. Astaga, apa mungkin hari ini ia akan datang bulan, moodnya jadi tidak jelas. 'Katanya mau berusaha untuk marah hati Alfan? Apakah ia salah jika melunjak sedikit kare
"Udahlah nggak usah pikirin, nanti kamu baper lgi. Hari ini tidur pelukan aku ya. Aku capek ke sini, rasanya badan aku remuk. Ini semua karena ada perempuan yang tiba-tiba marah nggak jelas. Jadi aku dari apartemen Aldo langsung ke sini, " Cerocos Alfan sambil menyindir, lalu ia merebahkan tubuhnya
Karina pada akhirnya mendadak pulang ke rumah orang tuanya, setelah pagi tadi ia melihat hal yang membuat dirinya lemas dan dadanya nyeri. Meskipun suaminya sudah tidak ada hubungan sudah lama, dan mengatakan begitu membenci Salsa . Namun, tidak munafik jika ia merasa muram setelah melihat video i
Sampai di kediaman rumah Wijaya, Alfan sudah disambut oleh kedua orang tuanya dan juga Aldan yang menatapnya cemas dan khawatir. Wijaya duduk di sofa sembari melipat kedua tangannya demi menyangga perut nya, ditemani Sekar yang menatapnya kecewa. "Serius ini? Kalian semua aku lihat kayak penjahat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews