Share

Bab 103

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-08-07 21:59:09

Alfan baru saja tiba di rumah sakit setelah melakukan perjalanan ke daerah Cikarang. Alfan setibanya di kantor tadi dengan perasaan tidak enak memikirkan Karina dapat kabar dari Rafa untuk segera pergi ke cikarang sekarang juga karena ada proyek yang berkendala.

Ia sudah mendapatkan telpon dari ibunya dan ibu mertuanya.

Dengan langkah tegas dan terburu-buru dengan menggunakan jas kantoran. Alfan tidak peduli dengan itu semua.

Drrrttt.... Drrtrrr... Drrrty...

Ia lihat handphone nya, dan tern
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 153

    "Oh begitu mbak, bukannya mbak ya yang ninggalin mas Alfan" Ucap Karina. "Tau apa kamu? "Tanya Alya lagi yang sudah mulai emosi. " Biar kamu tahu ya Karina, suami kamu iyi cinta nya sudah habis di saya jadi mana mungkin dia bisa cinta sama kamu"ucap Alya. "Cintanya habis di mbak? " Katona mengangguk-anggukan kepalanya. "Secinta iti ya mbak sama suami saya sampai-sampai nama suami saya juga kafi nama anak mbak" Ucap Karina santai. "Kamu keberatan? " Tanya Alya. "Jangan matah-marah mbak, saya cumamemperjelas aja biar gak ada salah paham.""Jangan terlalu ikut campur sama urusan keluarga orang mbak" Karina langsung masuk kedalam rumah setelah mengatakan itu pada Alya. "Ihhh songong banget jadi orang" Alya yang kesal hanya bisa mengepalkan tangannya. Menyusul Alfan yang ada diruang makan bersama seluruh keluarga besar, Karina langsung mengamb6 kursi disebelah Alfan. "Kamu sayang mau makan apa? " Tanya Alfan. Karina tidak menolak, Alfan memang selalu mengutamakan dirinya dimanapu

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 152

    Alfan tentu saja senang mendapat ciuman dari istrinya tanpa ia katakan keinginannya itu. "Sayang ini wajah mas merah gak? " Pertanyaan Alfan membuat Karina kesal, ia hentikan ciumannya kemudian melihat kedua tangannya. "Iy-iya Maas sayang. Mas cuma tanya tadi" Ucap Alfan. "Bilang aja kalau tidak mau di cium, pake tanya-tanya segela" Tembak Karina ketus. "Mau dong sayang, siap yang gak mau di cium sama kamu""Baikan ya sayang" Alfan mengangkat jari kelingkingnya dan menyodorkan pada Karina. Karina tautkan jari kelingking nya kemudian ia cium ujung jati kelingking Alfan. "Minta maaf sudah membuat suami tidaj tidur ya" Ucapnya pelan. Alfan mengangguk "janji tidak berburuk sangka sama mas lagi ya" Ucap Alfan lembut. "Janji suamikuuuuuu. I love youuuuu" Karina memeluk Alfan. "I love you more istriku sayang""Adek tidak kaget kan? "Tanya Alfan. " Sedikit kaget karena Ayah bentak Bunda, tapi ini sudah seneng kok"jawab Karina kayak anak kecil. Alfan terkekeh mendengar jawaban dari K

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 152

    Alfan tentu saja senang mendapat ciuman dari istrinya tanpa ia katakan keinginannya itu. "Sayang ini wajah mas merah gak? " Pertanyaan Alfan membuat Karina kesal, ia hentikan ciumannya kemudian melihat kedua tangannya. "Iy-iya Maas sayang. Mas cuma tanya tadi" Ucap Alfan. "Bilang aja kalau tidak mau di cium, pake tanya-tanya segela" Tembak Karina ketus. "Mau dong sayang, siap yang gak mau di cium sama kamu""Baikan ya sayang" Alfan mengangkat jari kelingkingnya dan menyodorkan pada Karina. Karina tautkan jari kelingking nya kemudian ia cium ujung jati kelingking Alfan. "Minta maaf sudah membuat suami tidaj tidur ya" Ucapnya pelan. Alfan mengangguk "janji tidak berburuk sangka sama mas lagi ya" Ucap Alfan lembut. "Janji suamikuuuuuu. I love youuuuu" Karina memeluk Alfan. "I love you more istriku sayang""Adek tidak kaget kan? "Tanya Alfan. " Sedikit kaget karena Ayah bentak Bunda, tapi ini sudah seneng kok"jawab Karina kayak anak kecil. Alfan terkekeh mendengar jawaban dari K

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 150

    Pagi-pagi sekali, rumah besar milik nenek Alfan sudah di penuhi dengan keriwehan keluarga. Mulai dari saling bertanya mengenai seragam dan lain sebagainya. Sama sibuknya, Karina yang sudah selesai make up baru saja menerima baju didalam kantong jas transparan dari ibu mertuanya. Didalamnya ada setelan kebaya berwarna maroon keemasan, tak hanya itu ada juga jas dan beberapa perlengkapan nya untuk Alfan. Ya, mau tidak mau ia harus bertemu dengan suaminya untuk memberikan pakaian ini. "Karin, kamu sudah selesai" Tanya Mamah Sekar. "Belum mah, kenapa emang? ""Alfan belum keluar kamar dari tadi, tolong liat Alfan ua" Ucao mamah Sekar. "O-oh iya sebentar Mah" Jawab Karina. Membawa kantong jas transparan tadi, ia langsung berjalan menuju kamar tamu yang di tempati suaminya. "Mas Alfan" Karina mulai mengetuk pintu. Pintu langsung di buka oleh Alfan" Sayanggg, i'm sorry "ucap Alfan dengan lirih. Lihatlah kini pria yang biasanya kaki kini terlihat menyedihkan, matanya yang biasa tak

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 149

    "Main bola gak cucu kakek hari ini? " Tanya Papah Heri yang memang memiliki antusias yang cukup tinggi apabila Karina menceritakan tentang kandungannya. Karina tersenyum lebar"tidak kakek hanya sedikit nendang-nendang, mungkin baby tak ya Bundanya lagi stres""Iya emang, untung ada om-om ganteng baby yang sedia nurutin kemauan babu" Sambung Aldan. Terlihat sekali di ruangan ini semua orang membuly Alfan, lihatlah bahkan kini waja Aldan berubah menjadi menyebalkan saat semua orang berpihak padanya. "Nenekkkk" Sm dia mengalihkan perhatian ketika anak kecil berlari masuk kedalam ruangan. Sebelum menyambut anak kecil yang mengemaskan itu mamah Sekar terlebih dahulu menatap Karina, Karina mengangguk baru mamahs Sekar membawa anak kecil itu kedalam pelukannya. "Kenapa? Alfam tidak makan" Tanya mamah Sekar. Semua orang di ruangan hening, mereka hanya mrenatap mamah Sekar berbicara dengan Alfan kecil. "Tidak, abang mau di suapin sama om Alfan gede boleh? " Tanya anak kecil itu. Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 148

    "Hallo Mas" Jawab Aldan"Kalian dimana? Sama istri Mas juga mana? " Tanya Alfan panik. "Kan kita antar mbak Karina pulang Mas""Kan Mas juga pulang, kenapa kalian tinggal" Ucap Alfan kesal. "Kesal? Tentu saja karena pasalnya saat Alfan masih berbincang dengan ayahnya, Aldan sudah menjalankan mobilnya. " Mbak Karina yang minta kok, katanya Mas Alfan masih mau disana sama mbak Alya"ledek Aldan. "Gak ada yah, istri Mas kan mbak Karina titi gak pake koma""Yaudah sih orang sebentar lagi juga sampe, ini lagi jalan terus. ""JEMPUT DAN, KAMU BUAT MAS MARAH" Suratan Alfan sudah naik satu oktaf lebih tinggi diseberang sana. "Mas, kok Mas marah sama Aldan? Kan mbak yang minta""Kamu tau Mas sama mbak lagi gak bak tadi, kenpa sih kalian itu"TutttTelpon di putus sepihak oleh Alfan, Aldan sudah kalang kabut mendengar Mas nya marah tadi. Karina tersenyum "tenang aja, gak usah khawatir sama Mas nanti biar mbak yang bicara""Mbak ikut pulang kan? " Tanya Sintia. "Iya ikut, tapi tolong ini

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status