"Mas Alfan bikin kaget tahu, " Ulang Karina menutupi rasa gugupnya, karena Alfan berdiri terlalu dekat sekali. "Telinga kamu saja yang bermasalah, saya sudah bertanya tadi, kamunya nggak denger, " Sarkasnya tidak mau kalah, masih berdiri di dekat Karina dengan kedua tangannya terkubur dalam kantong celana. "Kamu ini masak apa sih? Bikin ruangan ini baunya menyengat, " Seloroh Alfan masih menggosok hidungnya yang merah. "Tunggu dulu Mas, saya masak capcay sama balado ayam. Duduk dulu ya Mas. Kita sarapan pagi bersama, " Ajak Karina terlihat antusias. Namun, Alfan menggeleng pelan. "Saya tidak terbiasa sarapan pagi, kamu saja. ""Eh, jangan begitu Mas Alfan, Mas harus ingat kata aku pas kemaren. Harus di biasain karena udah punya istri. Mas nggak bisa seenaknya saya udah masak lho. Mubazir entar Mas, "Karina tidak sadar menahan lengan besar Alfan, membuat keduanya terdiam seperkian detik. Alfan menghela nafas pendek, melepas pelan tangan mungil Karina lalu duduk di kursi makan. Meli
Last Updated : 2026-05-06 Read more