Di dalam kamar orang tuanya yang tenang, Vani masih tetap dalam posisi meringkuk, berusaha keras membenamkan wajahnya ke bantal demi menyembunyikan sembap matanya. Ketika merasakan lengan tegap Devan mulai melingkar posesif di pinggangnya, Vani langsung menghentakkan badannya berusaha menghindar."Sana keluar Vani mau sendiri di sini." Ucap Vani menolak kehadiran Devan dengan suara serak yang kentara sekali habis menahan tangis.Devan bukannya menjauh, justru malah semakin mengeratkan pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu Vani sembari melontarkan godaan demi mencairkan ketegangan."Jangan gitu jangan sendirian di kamar bahaya nanti kamu kesurupan." Ucap Devan lembut di dekat telinga istrinya.Vani mendengus kesal, makin mengerucutkan bibirnya karena merasa tawa dan godaan suaminya tidak lucu sama sekali."Gak lucu gak akan kesurupan. Sana iiiiiiiiiiiihhhhhhh... Jangan gangguin Vani." Ucap Vani menepis tangan Devan yang menempel di perutnya, mencoba mengusir pria tampan itu keluar d
続きを読む