Suasana di area kantin sekolah yang tadinya riuh mendadak tegang ketika seorang pria berpenampilan rapi membelah kerumunan murid dan wali murid yang menonton."ada apa ini rame-rame begini?" Tanya pria tersebut sembari menatap ke arah Vani, Devan, dan siswi julid yang sedang bersitegang.Siswi julid itu langsung berbinar lega, menunjuk-nunjuk dompet berlogo mewah yang dipegang Emran dengan nada mengadu."Ini pak... Dia maling dompet tuh lihat." Ucap siswi itu memfitnah Vani tanpa rasa malu sedikit pun.Namun belum sempat Devan membalas tuduhan keji itu, pria yang baru datang tersebut melangkah mendekati dompet mewahnya, lalu berseru dengan nada penuh percaya diri tinggi."Eeeeehhh... Itu dompet saya.." ucap laki-laki itu mengklaim kepemilikan benda mewah tersebut.Devan memiringkan kepalanya, menatap pria itu dari atas sampai bawah dengan sepasang mata tajam nan meremehkan."Yakin itu dompet kamu?" Tanya Devan melontarkan pertanyaan singkat namun menusuk.Laki-laki itu membusungkan da
Magbasa pa