Rasa takut yang luar biasa mencengkeram dada Satrio setelah mendengar ucapan Putih. Jantungnya berdegup kencang, menimbulkan sensasi ngilu yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, Satrio memajukan tubuhnya dan langsung merengkuh sosok wanita gaib di depannya ke dalam pelukan yang sangat erat."Tidak, Putih! Aku tidak akan membiarkanmu pergi!" seru Satrio, suaranya tercekat di tenggorokan, bergetar menahan gejolak emosi yang membuncah.Meskipun tubuh Putih terasa sedingin es, Satrio tetap mendekapnya dengan seluruh kehangatan yang ia miliki. Pada detik itu, Satrio menyadari satu kebenaran yang mendalam di dalam hatinya. Jauh di lubuk jiwanya, ia sudah sangat dekat dan selalu dahaga akan kelembutan serta belaian dari dewi gaib itu. Putih bukan sekadar penjaga baginya. Putih adalah satu-satunya sosok yang mengetahui seluruh rahasia, ambisi, ketakutan, dan setiap jengkal kelemahan terbesar seorang Satrio. Di depan para wanita, Satrio harus selalu tampil sempurna, kuat
Mehr lesen