Satrio mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Helena yang sedang mematung di hadapannya. Sebuah seringai liar yang sangat tipis terukir di sudut bibir Satrio. Ia membiarkan wanita angkuh itu menikmati efek tak kasat mata dari jerat ilmu pemikat jiwa universal miliknya yang baru saja dimurnikan. Satrio tahu betul, target barunya kali ini adalah mangsa yang jauh lebih matang dan menantang.Helena menelan ludahnya yang terasa teramat kering, seluruh harga diri dan keangkuhannya sebagai desainer kelas dunia menguap tanpa sisa. Kehilangan seluruh kendali diri akibat kepungan hawa nafsu yang membakar ulu hatinya, Helena mengambil tindakan yang teramat nekat dan berani di depan para tamunya. Ia melangkah maju, lalu dengan jemari tangan yang gemetar hebat meraih pergelangan tangan kekar Satrio." Mr. Satrio, please... walk with me for a moment," bisik Helena dengan suara serak-serak basah yang terdengar sensual, matanya menatap Satrio dengan pandangan penuh permohonan terselubung.
Baca selengkapnya