"Kamu ke mana saja, Satrio? Sudah lama sekali tidak datang ke kosan," suara Tante Inet terdengar riang dari seberang telepon siang itu.Satrio yang sedang bersandar di kursi kerjanya langsung tersenyum tipis mendengar teguran ramah dari sang pemilik kos. "Maaf, Tante, belakangan ini pekerjaan di kantor sedang sangat padat dan menyita waktuiku," jawab Satrio dengan nada lembut."Kamar kosmu masih utuh, tidak pernah Tante sewakan ke orang lain karena Tante tahu kamu pasti merindukannya," lanjut Tante Inet penuh perhatian. Memang benar, meskipun kini status sosialnya sudah berubah menjadi pria terpandang, Satrio sengaja tidak pernah keluar dari kamar kos penuh kenangan itu.Di kamar sederhana itulah tersimpan seluruh memori indahnya yang paling berharga, terutama saat-saat kebersamaannya yang magis dengan Putih. Satrio selalu memendam harapan yang sangat besar bahwa suatu hari nanti, sosok jelita itu akan datang kembali ke sana menemui dirinya.Sore harinya, tepat setelah jam kantor u
Baca selengkapnya