"Rio... tubuhmu kelihatan sangat lelah dan tegang setelah seharian menghadapi banyak masalah di kantor, terutama masalah Malika dan teman lelakinya itu," bisik Adirah dengan kerlingan mata menggoda."Iya, pikiranku agak penat hari ini," sahut Satrio pendek.Adirah menggeser duduknya satu jengkal lebih dekat lagi, hingga aroma parfum lavendernya menyerbu indra penciuman Satrio. "Bagaimana kalau aku pijat sebentar punggungnya biar kamu merasa lebih rileks dan nyaman?" rayu Adirah sembari menyentuh lembut pundak Satrio, memberikan penawaran manis yang sarat akan sensualitas.Satrio menoleh, menatap lekat ke dalam sepasang mata Adirah yang memancarkan kepasrahan yang mendalam. Pengaruh energi giok di dadanya kian berdenyut hangat, merespons gairah yang menguar kuat di antara mereka. Satrio mengangguk pelan, memberikan izin mutlak, "Boleh, Adirah. Tolong ya..."Mendapat persetujuan itu, Adirah langsung bangkit berdiri dari sofa dengan senyum yang terukir di bibirnya. Ia melangkah ke arah
Baca selengkapnya