Malam itu, suasana kamar terasa begitu tenang, berbanding terbalik dengan pikiran Sanjaya yang masih dipenuhi rasa penasaran. Baru saja ia menerima laporan dari orang suruhannya yang ia tugaskan untuk membuntuti Raka. Perintah itu berawal dari kecurigaannya usai ucapan Raya di meja makan tempo hari, ketika gadis itu mengancam akan membongkar rahasia Raka.Namun, laporan yang ia terima malam ini sama sekali nihil. Orang suruhannya sama sekali tidak menemukan celah atau hal mencurigakan. Kedekatan antara Alya dan Raka tampak begitu wajar di mata publik, mengingat status mereka, di mana Alya adalah sahabat Raya, membuat siapa pun tak pernah menaruh curiga.Sanjaya menghela napas panjang. Dengan gerakan lesu, ia meletakkan ponselnya di atas kasur."Ada apa, Pa?" tanya Soraya yang baru saja keluar dari kamar mandi, menyadari raut wajah suaminya yang tampak gusar.Sanjaya menoleh, menatap istrinya dengan kening berkerut. "Papa mau anak-anak kita cepat menikah. Tapi... soal Raka ini, seperti
Leer más