"Alya... jangan gegabah. Kamu bukan gadis belia yang nggak bisa bedain mana yang baik mana yang buruk. Sadarlah, Alya." Raya menatap sahabatnya dengan tatapan nanar, napasnya memburu menahan sisa-sisa emosi. "Ucapanmu barusan akan aku pahami kalau kamu masih sekolah. Tapi... kamu janda, Al, artinya kamu pernah gagal dalam berumah tangga. Dan kamu pasti tahu, kehidupan dewasa nggak sesederhana kita saling cinta dan kita bisa hidup bersama. Nggak, Alya, nggak seperti itu."Raya menggelengkan kepala, suaranya melemah namun sarat akan kekecewaan yang mendalam. "Aku tahu kamu nggak akan mau dijadikan orang ketiga, apa pun alasannya," ucapnya penuh penekanan.Alya tak mampu lagi menahan bendungan di pelupuk matanya. Air matanya menetes begitu saja, membasahi pipinya yang pucat. "Aku tahu itu, Ra. Aku tahu aku nggak akan bisa menjalani kehidupan sialan itu! Tapi..." ucapannya menggantung di udara, berat dan penuh keraguan."Nggak ada tapi-tapi, Al!" sergah Raya tajam, memotong kalimat Alya t
続きを読む