Malam itu, suasana desa yang biasanya tenang, kini terasa sedikit lebih emosional bagi Alya. Di depan rumahnya, beberapa tetangga berkumpul, termasuk Nurma yang menatap Alya dengan pandangan berkaca-kaca."Bu Nurma, dan ibu-ibu semuanya, terima kasih banget selama aku di sini kalian mau menerimaku dan menyambutku dengan hangat. Terima kasih banyak, tapi, sudah waktunya aku kembali. Lain kali pasti aku main ke sini, aku pasti merindukan kalian," ucap Alya dengan suara yang sedikit bergetar.Ia memeluk Nurma erat-erat, menyalurkan rasa terima kasih yang mendalam sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam mobil Raya yang sudah menunggu. Dari kejauhan, di balik bayang-bayang pohon besar, Abimanyu berdiri mematung. Matanya menatap mobil itu perlahan menjauh, membawa pergi wanita yang selama ini ia upayakan untuk didekati. Tidak ada teriakan atau usaha untuk menahan, hanya ada rasa kecewa yang mendalam, tertelan bersama hembusan angin malam yang dingin.Di dalam mobil, Alya terus menoleh ke
続きを読む