"Al, jangan pulang naik taksi, bareng aku saja. Aku mau mampir ke suatu tempat dulu, sekalian antar kamu pulang," suara Raya terdengar tegas namun hangat, memotong langkah Alya yang baru saja keluar dari area salon.Alya berhenti melangkah, hatinya langsung waswas. "Eh, nggak usah, Ra. Aku bisa pulang sendiri, kok. Lagian kamu pasti capek, kan?" Ia takut jika tiba-tiba Raya mengajaknya pulang ke rumahnya lagi, ia hanya malas ketemu Raka lagi setelah apa yang terjadi tadi malam.Raya sudah lebih dulu masuk ke kursi kemudi mobilnya dan membuka pintu penumpang. "Aku nggak terima penolakan. Ayo masuk, ini bukan perintah bosmu, ini permintaan sahabatmu!"Dengan perasaan campur aduk, Alya masuk ke mobil. Ia duduk dengan gelisah, bertanya-tanya ke mana sahabatnya ini akan membawanya. "Ra, kita sebenarnya mau ke mana sih? Ini bukan jalan ke arah apartemenku." Tapi Alya juga menyadari kalau jalan yang Raya pilih bukan jalan menuju ke rumah Raya, setidaknya ia tak perlu khawatir lagi.Raya hany
Terakhir Diperbarui : 2026-06-13 Baca selengkapnya