"Raka, pernikahan kita adalah pernikahan bisnis," ujar Zahira tajam, suaranya sarat akan ancaman yang terukur. "Kamu bisa menolakku sekarang, tapi mari kita lihat bersama, apa yang akan terjadi nanti. Penolakanmu? Aku nggak peduli, selama orang tua kita menginginkan pernikahan kita, maka itu sudah lebih dari cukup."Zahira langsung turun dari mobil dengan kepala tegak, meninggalkan Raka yang hanya bisa terkekeh sinis melihat kegigihan wanita itu. Baginya, itu hanyalah sebuah langkah awal dari permainan yang membosankan.Sementara itu, Zahira memasuki kantornya dengan perasaan yang jauh dari tenang. Begitu tiba di ruangannya, ia segera memanggil Heri. Sang sekretaris setia itu langsung datang dan berdiri di samping mejanya."Aku mau kamu cari orang yang bisa dipercaya dan memiliki keahlian membuntuti orang," perintah Zahira dingin. "Aku mau cari tahu apakah ada orang lain di hidup calon suamiku. Kenapa dia begitu dingin padaku?""Baik, Bu," jawab Heri sigap.Di sisi lain kota, Raka bar
Read more