Refleks, Diana mendorong pria itu.Namun cengkeraman tangan Om Budi di kedua lengannya membuat Diana sulit bergerak. Apalagi saat lidah Om Budi mulai menekan bibirnya, memaksa masuk, mencari celah untuk bercumbu dengan lidahnya."Mmmhh..." rintihan Diana tertahan di tengah ciuman itu.Om Budi tidak memberi ampun. Ia terus menekan, mendominasi, membuat Diana kehilangan napas di sela-sela ciuman yang semakin dalam.Tanpa melepaskan ciumannya, Om Budi menekan Diana hingga wanita itu terlentang di atas kasur. Napas Diana memburu. Dadanya naik turun dengan cepat. Diana tau ini bukan pertama kalinya ia berhubungan dengan pria itu. Namun setiap mengingat dan merasakan besarnya kejantanan Om Budi, ia selalu bergidik.Kenapa aku malah berpikir begini, harusnya aku berontak.Pikirannya melayang sejenak sebelum kesadarannya kembali. Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, Om Budi sudah berdiri di sisi ranjang. Dengan cepat, pria itu membuka kemejanya. Kancing-kancing terlepas satu per satu,
Read more