Om Budi duduk di lobi hotel sambil bersandar di kursi empuk. Tangannya memainkan ponsel, sementara matanya sesekali melirik ke arah resepsionis yang berdiri di belakang meja. Wanita muda itu berambut rapi, berkacamata, dan mengenakan seragam yang pas di tubuhnya. "Manis juga," gumamnya pelan. Namun, ia datang ke hotel bukan untuk itu. Nomor Nadine yang tertera di kartu nama sudah beberapa kali ia hubungi, tetapi belum juga diangkat. Akhirnya, ia memilih mengirim pesan singkat dan menunggu balasan. Jarinya mengetuk-ngetuk meja kecil di samping kursi. Sesekali ia melihat layar ponsel, lalu kembali menunggu. Beberapa menit kemudian, ponselnya berdering. Nama Nadine muncul di layar. Om Budi langsung mengangkat panggilan itu. "Halo, Pak."
Read more