Pak Santoso baru menoleh. Matanya menyipit, sementara senyum kecil muncul di sudut bibirnya."Siapa gadis tadi?""Oh, itu Aya. Keponakan Om Budi," jawab Andri singkat.Pak Santoso mengangguk pelan. Namun sorot matanya jelas tak bisa menyembunyikan niat yang mulai muncul di benaknya.Keponakannya Budi..."Apa dia tinggal di sini?" tanyanya lagi dengan nada rendah, penuh selidik."Iya, dia tinggal di sini," jawab Andri sedikit ketus. Ia lalu buru-buru mengalihkan pembicaraan. "Oh iya, gimana soal rencana kita tadi, Pak?"Pak Santoso menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil terkekeh pelan."Soal itu?" Ia sempat melirik ke arah pintu tempat Aya masuk tadi, lalu kembali menatap Andri. "Itu masalah sepele. Saya justru lebih penasaran sama gadis tadi. Dia kuliah atau kerja?"Andri terdiam sesaat. Rahangnya mengeras, sementara rasa panas mulai naik ke kepalanya. Aya jelas merupakan incaran utamanya, tetapi sekarang Pak Santoso juga mulai melirik gadis itu. Meski begitu, ia sadar tidak boleh meny
Read More