"Sstt... Om udah nggak tahan, Mir. Dari kemarin nahan terus," jawabnya sambil menarik wanita itu. Mirna langsung tersenyum nakal dan mengikuti langkah pria tersebut. Begitu pintu kamar menutup, Om Budi langsung memeluknya. Mirna tersenyum genit, tubuhnya menempel semakin rapat. "Hehe... Om, udah nggak sabar ya?" godanya. "Beberapa hari nahan, Mir... tahu kan rasanya," desis Om Budi, meski jelas itu bohong, karena baru kemaren ia melampiaskan nafsunya kepada bidan Ririn. Mirna mendorongnya ke ranjang. Senyum nakal masih mengembang di bibirnya. "Kalau gitu, biar Mirna yang puasin Om..." bisiknya. Om Budi hanya pasrah. Matanya meerem saat tubuh Mirna naik ke atasnya. Paha mulus wanita itu menekan tubuhnya, sementara panas tubuhnya membuat Om Budi semakin bergairah. "Heh...
Read more