Hari-harinya memiliki rutinitas yang menenangkan.Pagi adalah untuk keluarga. Arlos akan sarapan dengan mereka—sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, selalu terlalu sibuk dengan urusan kekaisaran.Tapi sekarang, tidak ada yang lebih penting dari keluarganya.Mereka duduk di ruang makan pribadi yang terhubung dengan kamar mereka. Meja sudah disiapkan dengan makanan terbaik—roti segar, buah manis, telur, daging, dan susu hangat untuk Lucian.Anastasia mencoba makan sebanyak yang dia bisa—nafsu makannya masih buruk, makanan sering terasa hambar—tapi dia memaksa dirinya karena ramuan yang harus dia minum harus dengan makanan.Arlos memotong makanannya menjadi potongan kecil tanpa diminta, meletakkannya di piringnya dengan kelembutan yang membuat hati Anastasia hangat.“Makan yang ini dulu,” dia berkata dengan lembut.“Ini paling mudah dicerna.”“Papa! Lucian juga mau itu!” Lucian memprotes, menunjuk makan
Read more