“Putri kecil,” bisiknya dengan suara yang bergetar, jari besarnya menyentuh pipi Sera yang lembut. “Aku... aku punya putri.” Sera membuat suara kecil—bukan tangisan, tapi gumaman yang hampir terdengar seperti... senang. Tangannya yang mungil meraih ke arah wajah Arlos, menyentuh dagunya dengan sentuhan yang sangat ringan. Dan di pikiran Arlos, retakan menjadi lebih besar. Gambar-gambar berkedip—lebih banyak, lebih cepat— Anastasia hamil lagi. Dia berbaring di ranjang, wajah pucat karena kesakitan. Dirinya sendiri duduk di sampingnya, memegang tangannya, berbisik—“Kau akan baik-baik saja. Aku akan memastikan itu.” Tapi itu tidak pernah terjadi, bukan? Atau... sudah? Arlos menggelengkan kepalanya, mencoba mengusir kebingungan. Dia menatap sekeliling ruangan— Pada Anastasia yang menatapnya dengan mata yang dipenuhi air mata dan sesuatu yang lebih kompleks. Ketakutan.
Read more