"Luna bagaimana?""Aku bilang ada urusan pekerjaan. Aku akan langsung pulang begitu selesai. Di mana dia.""Klub Y.""Klub malam lagi. Gak Siska, gak dia. Hobinya kelayapan ke sana.""Kan mereka memang satu spesies. Sukarela buka kaki pada siapa saja yang mau," seloroh Fandi.Alfa menggelengkan kepala. Dia baru mendarat tiga jam lalu. Oleh Fandi langsung digiring ke salah satu klub malam ternama di ibu kota."Aku tebak, dia pasti lagi anu.""Apalagi," balas Fandi mengiyakan."Sejak kapan dia di sini. Joseph bilang dia ambil cuti, liburan.""Jo tidak salah. Inilah liburan ala Helan. Bersenang-senang di ranjang setelah dapat uang. Hebat betul."Kata Fandi seraya memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Hampir tengah malam, jalanan lengang. Meski tidak sepenuhnya sepi."Sudah kamu atasi?" Fandi menoleh."Beres," balas Alfa jumawa."Jadi Kevin membantu kita?""Dia bilang sebagai penebusan. Dia juga kasih ganti rugi. Lumayan." Alfa menoleh pada Fandi."Lima puluh ribu dollar, kamu bilang l
Ler mais