Ayla hanya meringis, perbuatan seperti ini sudah biasa dia dapatkan, biasanya Fariska akan dengan senang hati ikut merundungnya. Namun kali ini di melerai. “Mah, aku benci Ayla, sejak dulu sampe sekarang,” teriak Zia, dia pergi menghentak kaki meninggalkan kamar Ayla. Fariska menatap tajam Ayla. “Puas kamu membuat putriku menderita?” Pelotot Fariska, sebelum meninggalkan Ayla. “Non, Non nggak apa-apa?” Fitri merengkuh Ayla yang kini ambruk di lantai, hanya ada air mata tanpa suara. Fitri membawa Ayla duduk di pinggir ranjang, lalu menggantung pakaian-pakaian yang tadi di kirim oleh Rayan. “Non ayo cepat di coba pakaian ini. Ini bagus-bagus banget, pasti harganya mahal.” Ayla menghapus air mata pelan, dia menarik napas perlahan, matanya mengerjap memperhatikan jejeran pakaian yang barusan di kirim calon suaminya. “Aku kaya mimpi, kalo ini mimpi aku nggak mau bangun lagi, Fit.” “Ini bukan mimpi, Non. Semua kesabaran Non Ayla akan segera di ganti dengan kebahagiaan. Sebentar
Última actualización : 2026-05-07 Leer más