Ayla menggelengkan kepalanya dengan cepat, air mata kian deras membanjiri wajah pucatnya. "Siapa?! Siapa yang menyuruhmu? Aku ... aku tidak punya musuh!" ucapnya terbata-bata. Ketakutan yang teramat sangat telah merasuki seluruh jiwa dan raganya. Dengan tangan yang masih mendekap erat perutnya, Ayla terus melangkah mundur dengan kaki gemetar, hingga akhirnya punggungnya terbentur keras pada dinginnya tembok kamar. Dia sudah benar-benar terpojok, sementara langkah kaki Herman justru semakin mendekat dengan tatapan yang kian liar. "Sebenarnya ... aku juga tidak tega melakukan ini pada wanita hamil sepertimu, Nona. Tapi, ini adalah pekerjaanku," ucap Herman dingin. Tanpa peringatan, Herman merangsek maju dan langsung meraih pergelangan tangan Ayla dengan kasar. Wanita hamil itu sekuat tenaga memberontak, mencoba memukul, dan mencakar, namun tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan cengkeraman brutal Herman yang seperti jepitan besi. Saat itu, Ayla bahkan tidak lagi memedulika
آخر تحديث : 2026-07-19 اقرأ المزيد