"Rayan... aku ngompol, tapi nggak bisa ditahan," cicit Ayla dengan suara panik. Tangannya mengusap sprei yang makin basah, matanya berkaca-kaca menatap suaminya bingung.Rayan yang belum sadar penuh seketika langsung duduk tegak. Matanya membelalak lebar melihat genangan cairan bening yang meluas di atas sprei putih tempat tidur mereka."Perutmu sakit, Ay?!" cecar Rayan panik, tangannya memegang kedua bahu Ayla.Ayla menggeleng polos, masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi karena perutnya sama sekali belum merasakan mulas. "Nggak sakit sama sekali, Ray. Tapi cairannya keluar terus...""Kita langsung ke Rumah Sakit, ya!" seru Rayan, napasnya mulai memburu melihat genangan di seprei.Walau Ayla masih duduk tenang hanya raut wajah yang kebingungan, rasa panik di dada Rayan justru makin membumbung tinggi. Tanpa buang waktu, tangan gemetar Rayan menyambar jubah tebal di atas kursi lalu memakaikannya ke tubuh Ayla.Rayan berbalik, berlari keluar kamar dan berdiri di tepi pembatas
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-08 Mehr lesen