"Jangan berteriak, Ay. Aku buka tanganku," bisik Rayan lirih. Ada nada kesakitan yang teramat dalam di dalam sorot mata dan getaran suaranya. Perlahan, Rayan membuka bekapan tangannya. Namun, tepat setelah kuncian tangan Rayan mengendur, Ayla tidak membuang waktu. Dengan seluruh sisa tenaga dan amarah yang membakar dadanya, Ayla melayangkan tangannya. PLAK! PLAK! Dua tamparan keras mendarat bertubi-tubi di pipi Rayan hingga wajah pria itu terlempar ke samping. Desis napas Ayla memburu, dadanya kembang kempis dengan air mata yang kian deras membasahi pipinya. Rayan perlahan memalingkan wajahnya kembali, menatap Ayla dengan tatapan hancur dan penuh penyesalan. Pipi pria itu memerah, namun dia sama sekali tidak tampak marah. "Lakukan lagi, Ay ... lakukan sampai semua sakit mu terbalaskan," lirih Rayan, membiarkan dirinya menjadi pelampiasan murka gadis itu. Ayla tertawa getir di sela tangisnya, me
Last Updated : 2026-07-02 Read more