"Mendoan hangat?" Tawa Rayan seketika pecah mendengarnya. Suara tawanya yang berat berkumandang renyah di dalam kamar, membuat dada kekarnya bergetar hebat menempel di dada Ayla. "Rayan! Aku lagi serius, ya!" sungut Ayla makin kesal, memukul dada bidang Rayan dengan kepalan tangan kecilnya. "Iya, iya, Sayang ... ampun," kekeh Rayan seraya menahan jemari Ayla lalu mencium punggung tangannya berkali-kali. Pandangannya menatap Ayla dengan binar meleleh. "Demi Allah, Jangankan mendoan hangat, mau ditawarin pabriknya sekalian juga aku nggak sudi, Ayla. Kulitku cuma mau nempel sama Mommy buncitku ini." Ayla membuang muka, memanyunkan bibirnya. "Halah, tadi aja diam aja pas dipangku!" "Aku tuh baru mendaratkan pantat di sofa, mata masih sepet habis dari kantor. Tahu-tahu dia main nyelonong duduk," bela Rayan seraya menyelipkan untaian rambut Ayla ke belakang telinga. "Tapi serius ... istriku tadi sexy banget pas jambak. Berani, tegas, dan makin kelihatan kalau cinta mati sama aku." "PD
Last Updated : 2026-07-30 Read more