Jendral Huang masih mengunci tubuh Zhang Ziyi dengan erat. Pedangnya menempel di leher sang kaisar, sementara matanya terus mengawasi keadaan di sekelilingnya. Ia tahu bahwa para pengawal istana maupun pasukan Zhang Xin tidak akan berani menyerang selama Zhang Ziyi masih berada dalam genggamannya. Zhang Ziyi yang tidak dapat bergerak leluasa terus mencari celah untuk melepaskan diri. Ia kemudian mencoba mengalihkan perhatian Jendral Huang dengan berbicara kepadanya. "Huang, jika kau melepaskan aku, aku akan memberikan mahkota kerajaan ini kepadamu. Kau bisa mendapatkan apa yang selama ini kau inginkan. Tetapi jika kau membunuhku, kau tidak akan pernah bisa keluar dari istana ini karena pasukan Zhang Xin sudah mengepung tempat ini." Mendengar perkataan itu, Jendral Huang tidak bergeming. Ia justru semakin marah dan membentak, "Diam! Kau kaisar bodoh! Seharusnya akulah yang duduk di atas takhta itu, bukan kau!" Dalam kemarahannya, perhatian Jendral Huang teralihkan dan tekanannya te
Read more