"Tam, lo masih nyari istri?" Arkatama, atau yang sering dipanggil Tama itu menoleh ketika temannya bertanya. Tama hanya berdeham pelan sebagai jawaban, membuat senyuman temannya seketika mengembang. Justin, teman Tama itu duduk di depan Tama yang sedang menyantap makan siangnya. "Gue ada nih, barangkali lo minat," cakap Justin seraya mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto seorang gadis kepada Tama. Sebelah alis Tama refleks terangkat ketika melihat foto gadis itu. "Roseanne?" gumam Tama. "Lo masih inget?!" Tama mengangguk. "Wah, gue pikir Tama si ansos ini nggak bakalan inget siapapun di kampus." "Jangan dia," kata Tama. "Kenapa?" "Orang tuanya kaya, jelas tujuan dia nikah bukan karena uang," jelas Tama, lalu menyuapkan sesendok kuah soto ke dalam mulutnya. "Ya mana ada orang nikah tujuannya buat uang," cicit Justin. "Lo aneh, jalan pikir lo nggak bisa diikuti manusia normal." Tama bungkam. "Serius, Tam. Lo nikah tujuannya buat apa sih?" Tama masih bungkam. "Daripada bua
Última actualización : 2026-05-07 Leer más