“Kamu mau yang mana, Rose?” tanya Leon, berbisik di telinga Rose agar si penjual tidak mendengar namanya.“Uhhh ... aku bingung.” Bola mata Rose terus bergerak, menyusuri satu per satu pakaian yang menggantung.Model pakaian di sini semuanya model pria, sehingga Rose sulit menentukan yang cocok untuknya. Dia kemudian berbalik, diam-diam membuka kain jubahnya untuk mengintip model baju yang sedang dikenakannya. “Kaos dan jaket ... juga celana slim,” ucap Rose lirih, “tapi mana yang harus kubeli?”Leon menengok pada Rose, berbisik lagi, “Apa kamu butuh bantuan? Aku bisa mencarikannya untukmu.”“Eh? Benarkah? Kalau begitu, bisa kamu bantu cari kaos, jaket, dan celana slim?” Rose mendongak, membalas dengan suara yang lirih pula.“Tentu,” jawab Leon, senyumnya tersungging manis.Dia beralih pada pemilik toko yang masih menanti “Pak, di mana aku bisa mencari pakaian dengan ukuran yang paling kecil?”Pemilik toko mengerutkan dahi, matanya tampak memindai tubuh Leon. “Tapi kamu tingg
Read more