Perjalanan menuju Sanctuary Dome benar-benar memuakkan. Bagi Rose, terutama. Darvin tak henti-hentinya mengoceh, berusaha mengulik informasi dari Rose mengenai hubungannya dengan Cade. Rose terus bungkam, tapi mulut Darvin yang tak berhenti bersuara membuat emosi Rose lama-lama memuncak. Namun, Rose tidak bisa membentak Darvin begitu saja. Darvin punya kuasa, bisa jadi Rose ditembak bius jika membantahnya. Pada akhirnya, yang bisa Rose lakukan hanyalah melipat kedua tangan di dada, memalingkan wajah, dan merapatkan bibir. Pertanyaan-pertanyaan Darvin pun dijawab sekenanya oleh Alan, yang mengakunya ditawan setelah Rose. Berbeda dengan Rose, Alan harus menunjukkan citra pekerja yang loyal di hadapan Darvin, demi mendukung sandiwara yang telah dibangun Cade. Dia berpura-pura menjadi pekerja yang rindu dengan Sanctuary Dome. Menutupi fakta bahwa dia pergi atas kemauannya sendiri. Jika disuruh memilih, tentu Alan tidak ingin kembali ke Sanctuary Dome sebagai pekerja. Dia ingin kem
Read more