“Ayo cepat, kita tak punya waktu. Sudah tiga menit.” Leon mengangkat kotak perlengkapan medis Alan, lalu beralih pada pemiliknya. “Kamu bertugas menjaga Rose, oke?” Alan mengangguk cepat. “Baik—eh, tapi ... bukankah sebaiknya Rose digendong saja? Aku khawatir jika dia—” “Tidak apa, Alan. Aku sudah bisa berjalan. Bahkan berlari,” potong Rose yang sudah turun dari tempat berbaringnya. Alan menatap Rose sejenak. Berdirinya memang sudah tegap dan tidak loyo lagi, tapi dia sangsi Rose sudah kuat berlari. Rose belum pernah berjalan keluar pos sejak sembuh, kecuali saat dalam pengaruh obat kemarin. “Aku baik-baik saja. Sungguh.” Rose memegang lengan Alan, berusaha meyakinkannya. Rose tidak bohong. Kulitnya yang sempat melepuh karena nanah pecah sudah membaik. Obat medis bercampur tanaman herbal yang diracik Alan membuat bekas bengkak Rose terasa sejuk, seperti dikompres es batu. Berkatnya, nyeri di sekujur tubuhnya pun sudah Terdengar tarikan napas panjang dari Alan yang menggengg
더 보기