Sesuai perkiraan Leon, di dekat sungai ada sebuah rumah kecil yang dahulu digunakan sebagai pos penyaringan air minum. Letaknya tepat di tepi sungai, tampak seperti telah lama ditinggalkan. Dinding beton dipenuhi retakan, sebagian atapnya runtuh, dan tanaman rambat menjalar hingga menutupi hampir seluruh jendela. Meski nyaris roboh, bangunan itu masih cukup kokoh untuk dijadikan tempat berlindung. Leon dan Cade sudah memeriksa kondisi bagian dalamnya. “Sudah kami bersihkan semuanya. Beruntung ada meja panjang yang bisa Rose gunakan untuk berbaring,” kata Leon, keluar dari rumah tersebut sembari mengibaskan tangan, “banyak mesin-mesin penyaring air di sana, jadi sepertinya hanya bisa ditempati Rose dan satu penunggu.” “Kalau begitu, kita bergantian jaga saja nanti. Aku akan berjaga saat dia butuh diperiksa. Sisanya, kalian atur saja bagaimana nyamannya,” usul Alan. Shin menyahut, “Bergantian tiap lima jam saja. Bagaimana menurutmu, Cade?” Tidak ada jawaban. Shin menoleh, menda
Read More